Beberapa waktu lalu, ada ide menarik dari salah satu Sobat Receh:
Bagaimana kalau CryptoReceh menyediakan stablecoin seperti USDT atau USDC di Riche Chain melalui layanan bridge yang kami bangun?
Secara konsep, idenya memang menarik.
Stablecoin seperti USDT dan USDC tentu dapat membuat ekosistem sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel. Pengguna bisa memiliki aset yang nilainya mengacu pada dolar, melakukan transfer antarjaringan dan tidak hanya bergantung pada satu jenis aset seperti saat ini.
Namun setelah kami pertimbangkan dari sisi teknis, keamanan, likuiditas, biaya operasional, hingga keberlanjutan layanan, ternyata persoalannya jauh lebih kompleks daripada sekadar “deploy token USDT/USDC lalu buat bridge.”
Karena itu, untuk saat ini kami memilih belum menyediakan USDT/USDC di Riche Chain.
Bukan karena idenya buruk. Justru karena kami ingin memahami konsekuensinya terlebih dahulu sebelum menyediakan sesuatu yang nantinya digunakan oleh pengguna.
Catatan penting: CryptoReceh merupakan pengembang layanan dan produk Web3 yang secara independen membangun berbagai aplikasi, DApp, serta token untuk kebutuhan ekosistem kami sendiri, untuk klien maupun untuk mitra. Kami mengembangkan beberapa project kami di RicheChain, tetapi CryptoReceh bukan bagian dari tim, pengelola, operator, maupun pihak yang mewakili RicheChain. Pembahasan mengenai infrastruktur RicheChain dalam artikel ini merupakan pandangan dari sisi developer dan pengguna ekosistem, bukan pernyataan resmi dari pihak RicheChain.
Kondisi USDT/USDC di Riche Chain Saat Ini
Salah satu persoalan paling mendasar adalah belum tersedianya deploy resmi USDT/USDC di Riche Chain yang dapat kami jadikan acuan seperti halnya token resmi pada jaringan-jaringan besar lainnya.
Selain itu, saat ini juga belum tersedia infrastruktur cross-chain resmi seperti endpoint protokol interoperabilitas tertentu seperti dari LayerZero yang memungkinkan kami cukup menghubungkan Riche Chain dengan jaringan lain lalu menggunakan mekanisme representasi aset yang telah tersedia.
Dalam kondisi seperti ini, jika kami ingin menyediakan “USDT” di Riche Chain, maka secara teknis kami harus membuat sebuah bridged representation atau token representasi yang nilainya didukung oleh aset USDT nyata di jaringan lain.
Di sinilah persoalan mulai menjadi serius.
Infrastruktur Aset Bernilai Tinggi Seharusnya Disediakan oleh Blockchain Itu Sendiri
Ada satu hal yang menurut kami penting untuk dibicarakan secara terbuka.
Menyediakan infrastruktur bridge untuk aset yang memiliki nilai nyata dan volume besar, seperti USDT atau USDC, bukan hanya persoalan kemampuan developer untuk membuat smart contract.
Ketika sebuah bridge mulai menangani aset bernilai tinggi, tanggung jawabnya juga ikut meningkat. Dibutuhkan likuiditas yang memadai, mekanisme keamanan yang matang, infrastruktur interoperabilitas, monitoring, serta ekosistem yang mampu memberikan tingkat kepercayaan yang cukup kepada pengguna.
Karena itu, menurut kami, infrastruktur untuk aset bernilai tinggi seharusnya menjadi tanggung jawab blockchain itu sendiri, bukan seluruhnya dibebankan kepada developer kecil atau satu proyek yang membangun DApp di atasnya.
Jika Riche Chain ingin memiliki akses cross-chain dan dukungan aset bernilai nyata seperti USDT atau USDC secara lebih luas, akan jauh lebih ideal apabila hal tersebut dipelopori dan diupayakan langsung oleh tim pengembang blockchain, termasuk membangun hubungan dan memenuhi kebutuhan teknis agar protokol interoperabilitas seperti LayerZero V2 atau protokol sejenisnya dapat menyediakan endpoint dan integrasi resmi untuk Riche Chain, serta mengupayakan dukungan dari penerbit stablecoin seperti Circle agar memungkinkan dukungan atau bahkan penerbitan aset native di jaringan tersebut.
Dengan adanya infrastruktur seperti itu, developer tidak perlu selalu membangun seluruh lapisan interoperabilitas dari nol untuk setiap kebutuhan. Developer dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dirancang untuk komunikasi antar-chain, kemudian lebih fokus pada aplikasi dan use case yang mereka bangun.
Namun tentu saja, menjadi sebuah blockchain yang didukung oleh protokol interoperabilitas besar bukan sesuatu yang dapat terjadi hanya karena sebuah proyek menginginkannya.
Dibutuhkan kesiapan teknis dari blockchain tersebut, ekosistem yang aktif, kebutuhan nyata dari developer dan pengguna, serta alasan yang cukup bagi protokol interoperabilitas untuk menyediakan dan memelihara dukungan terhadap jaringan tersebut.
Dengan kata lain, pertanyaannya bukan hanya:
“Mengapa CryptoReceh tidak membuat bridge USDT/USDC sendiri?”
Tetapi juga:
“Apakah ekosistem blockchain tempat aset tersebut berada sudah menyediakan infrastruktur yang cukup untuk membawa aset bernilai tinggi secara aman dan berkelanjutan?”
Menurut kami, ini merupakan percakapan yang lebih besar daripada sekadar satu fitur bridge.
Jika suatu blockchain ingin berkembang dan menarik lebih banyak aset serta pengguna, maka dukungan terhadap infrastruktur interoperabilitas dan aset bernilai tinggi juga menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistemnya.
Crypto Receh dapat membangun solusi alternatif sesuai kemampuan kami. Tetapi kami juga menyadari batasannya.
Kami adalah developer kecil. Kami dapat membangun produk, melakukan eksperimen, membuat liquidity pool dan mengembangkan mekanisme bridge sesuai kebutuhan internal ekosistem kami.
Namun untuk membawa aset bernilai besar ke dalam sebuah jaringan secara lebih luas, tentu akan lebih sehat apabila terdapat dukungan infrastruktur dari berbagai lapisan ekosistem, termasuk dari blockchain itu sendiri dan protokol interoperabilitas yang memang memiliki spesialisasi di bidang tersebut.
Pada akhirnya, kami tidak melihat ini sebagai persoalan “siapa yang harus membuat bridge?”
Kami melihatnya sebagai pertanyaan yang lebih besar:
“Infrastruktur seperti apa yang diperlukan agar sebuah ekosistem blockchain siap menerima dan memindahkan aset bernilai nyata secara aman, efisien dan berkelanjutan?”
Dan menurut kami, pertanyaan tersebut layak menjadi bagian dari perkembangan Riche Chain ke depan.
Secara Teknis, Kami Bisa Membuat Bridged USDT
Misalnya kita membuat token yang disebut Bridged USDT di Riche Chain.
Kemudian kami menyediakan mekanisme liquidity pool.
Sebagai contoh sederhana:
1 Bridged USDT di Riche Chain didukung oleh 1 USDT nyata yang tersimpan di jaringan lain.
Dengan model seperti ini, secara konsep token tersebut dapat memiliki mekanisme untuk mempertahankan nilai mendekati 1:1 terhadap USDT yang menjadi aset pendukungnya.
Namun ada perbedaan besar antara:
“bisa dibuat”
dan
“layak disediakan untuk publik.”
Membuat smart contract token mungkin merupakan bagian yang relatif mudah.
Yang jauh lebih sulit adalah memastikan bahwa mekanisme di belakangnya memiliki likuiditas yang cukup, dapat dipertanggungjawabkan, aman dan dapat terus beroperasi.
Masalah Pertama: Likuiditas Awal
Inilah salah satu tantangan terbesar yang kami lihat.
Misalnya kami ingin menyediakan liquidity pool awal sebesar:
100 USDT
Maka kami harus benar-benar memiliki 100 USDT sebagai aset pendukung.
Jika ingin lebih nyaman digunakan, tentu angka tersebut bisa saja perlu dinaikkan menjadi:
500 USDT, 1.000 USDT, atau bahkan lebih.
Semakin besar likuiditas yang tersedia, semakin besar pula kemampuan sistem untuk menangani transaksi pengguna.
Tetapi bagi developer kecil seperti kami, menyediakan modal likuiditas awal dalam jumlah tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap ringan.
Dan setelah pool tersedia, persoalannya belum selesai.
Likuiditas harus terus dikelola.
Jika suatu saat lebih banyak pengguna melakukan withdrawal daripada deposit, saldo pada salah satu sisi pool bisa berkurang secara signifikan.
Artinya, kami sebagai pengelola sistem harus siap menghadapi kondisi tersebut.
Bridge Bukan Sekadar Memindahkan Token
Ini adalah bagian yang terkadang tidak terlihat dari sisi pengguna.
Ketika seseorang melakukan bridge USDT dari jaringan A menuju jaringan B, sebenarnya sistem membutuhkan mekanisme yang memastikan bahwa aset yang keluar di satu sisi memiliki dukungan yang sesuai di sisi lainnya.
Pada model liquidity pool, sederhananya ada aset yang harus tersedia di kedua sisi.
Contohnya:
User → mengirim USDT → Pool → menerima Bridged USDT
Ketika pengguna ingin kembali:
User → mengirim Bridged USDT → Pool → menerima USDT
Di sini terdapat kebutuhan terhadap likuiditas nyata.
Jadi semakin besar volume pengguna, semakin besar pula tanggung jawab penyedia bridge untuk memastikan pool tetap sehat.
Bagaimana dengan Risiko Nama USDT atau USDC?
Ada persoalan lain yang juga tidak ingin kami abaikan.
USDT dan USDC merupakan brand dan aset yang memiliki penerbit masing-masing.
Karena itu, jika kami membuat sebuah token representasi menggunakan nama tersebut, terdapat aspek merek, legalitas, representasi aset, serta potensi kebingungan pengguna yang harus diperhatikan.
Kami tidak ingin pengguna melihat token bernama “USDT” kemudian menganggapnya sebagai USDT resmi yang diterbitkan oleh penerbit aslinya.
Karena itu, jika suatu hari kami benar-benar membuat aset representasi, desain mekanisme dan penamaannya harus dibuat dengan sangat hati-hati agar tidak memberikan kesan bahwa token tersebut merupakan stablecoin resmi dari penerbit aslinya.
Bagi kami, transparansi kepada pengguna jauh lebih penting daripada sekadar mengejar agar sebuah fitur terlihat lengkap.
Mengapa Tidak Menggunakan LayerZero atau Protokol Sejenis?
Pertanyaan ini juga sangat masuk akal.
Kenapa tidak menggunakan protokol interoperabilitas seperti LayerZero dan pendekatan serupa?
Jawabannya bukan karena kami menganggap protokol tersebut buruk.
Justru sebaliknya.
Protokol interoperabilitas modern merupakan teknologi yang sangat menarik dan dapat digunakan oleh berbagai proyek untuk membangun aplikasi multi-chain.
Namun kami melihat satu hal yang sangat penting:
Tidak ada sistem bridge yang secara otomatis menjadi bebas risiko hanya karena menggunakan protokol tertentu.
Smart contract memiliki risiko bug.
Oracle memiliki risiko.
Relayer memiliki risiko.
Konfigurasi endpoint memiliki risiko.
Kesalahan implementasi memiliki risiko.
Infrastruktur pihak ketiga memiliki risiko.
Bahkan protokol yang telah digunakan secara luas pun tetap dapat menghadapi insiden keamanan, bug, kesalahan konfigurasi, maupun masalah operasional.
Karena itu, bagi kami, menggunakan protokol pihak ketiga bukan berarti seluruh persoalan keamanan selesai.
Mengapa Kami Memilih Membangun Sistem Liquidity Pool Sendiri?
Pendekatan kami sedikit berbeda.
CryptoReceh pada dasarnya bukan perusahaan besar dengan sumber daya tanpa batas.
Kami adalah developer kecil yang membangun dan mengembangkan produk kami sendiri.
Karena itu, ketika membuat sebuah sistem, kami selalu mempertimbangkan tiga hal:
1. Fungsi
Apakah sistem benar-benar menyelesaikan kebutuhan pengguna?
2. Efisiensi
Apakah sistem dapat dibangun dan dijalankan dengan biaya serta kompleksitas yang masuk akal?
3. Kendali
Apakah kami memahami bagaimana sistem tersebut bekerja sehingga ketika terjadi masalah, kami dapat melakukan debugging, perbaikan dan maintenance sendiri?
Itulah salah satu alasan kami lebih tertarik mengembangkan pendekatan liquidity pool yang dapat kami pahami dan kendalikan sendiri.
Bukan berarti pendekatan ini sempurna.
Bukan pula berarti sistem kami tidak memiliki risiko.
Justru sebaliknya, kami menyadari bahwa ketika membangun sistem sendiri, tanggung jawab keamanan juga berada di tangan kami sendiri.
Kami Tidak Mengejar Semua Aset Harus Ada di Bridge
Ada satu prinsip yang cukup penting dalam pengembangan CryptoReceh:
Tidak semua fitur harus dipaksakan tersedia hanya karena secara teknis bisa dibuat.
Saat ini platform bridge kami memiliki fokus yang lebih sederhana, yaitu mendukung perpindahan aset yang memang dibutuhkan dalam ekosistem kami.
Salah satunya adalah $RECEH.
Pendekatan tersebut membuat kami dapat lebih fokus terhadap:
- keamanan kontrak dan sistem,
- biaya operasional,
- likuiditas,
- maintenance,
- monitoring transaksi,
- serta pengalaman pengguna.
Daripada menyediakan puluhan aset tetapi masing-masing memiliki likuiditas kecil dan mekanisme yang sulit kami awasi, kami lebih memilih membangun sistem yang ruang lingkupnya dapat kami kendalikan.
Bagaimana dengan Kemungkinan USDT/USDC di Masa Depan?
Bukan berarti kemungkinan tersebut tertutup selamanya.
Jika ekosistem Riche Chain nantinya memiliki infrastruktur stablecoin yang lebih matang, terdapat penerbitan resmi seperti Bridged USDC dari Circle, mekanisme interoperabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan, atau tersedia model yang memungkinkan likuiditas dikelola secara lebih aman dan efisien, tentu situasinya dapat berubah.
Kami juga dapat mengevaluasi kembali kemungkinan menyediakan stablecoin melalui mekanisme liquidity pool.
Tetapi kami tidak ingin membuatnya hanya karena:
“Pengguna meminta USDT, jadi kita deploy USDT.”
Untuk aset yang membawa nilai nyata, pendekatan seperti itu terlalu sederhana.
Kami harus memikirkan bagaimana aset tersebut masuk, bagaimana aset tersebut keluar, siapa yang menyediakan likuiditas, bagaimana menjaga peg, bagaimana menangani kondisi pool tidak seimbang, bagaimana menghadapi exploit dan bagaimana menjelaskan semuanya kepada pengguna secara transparan.
Kami Memahami Mengapa Stablecoin Dibutuhkan
Kami juga memahami sisi lain dari persoalan ini.
Jika terdapat USDT atau USDC yang dapat digunakan secara native atau melalui mekanisme yang terpercaya di Riche Chain, tentu akan membuka lebih banyak kemungkinan.
Stablecoin dapat digunakan sebagai:
- media pertukaran,
- unit nilai yang lebih stabil,
- aset perdagangan,
- liquidity pair,
- maupun aset yang lebih mudah dipindahkan antarjaringan.
Karena itu, ide dari Sobat Receh tersebut bukanlah sesuatu yang kami abaikan.
Justru ide tersebut membantu kami melihat bahwa kebutuhan terhadap stablecoin di Riche Chain merupakan sesuatu yang layak dipertimbangkan.
Hanya saja, kebutuhan pengguna tidak selalu berarti solusi harus langsung diluncurkan.
Kadang langkah yang paling bertanggung jawab adalah menghitung terlebih dahulu apa saja yang dibutuhkan agar solusi tersebut benar-benar layak.
Tentang Risiko Bridge
Kami juga ingin terbuka mengenai satu hal.
Bridge adalah salah satu komponen paling sensitif dalam ekosistem blockchain.
Tidak peduli apakah sistem dibuat sendiri, menggunakan liquidity pool, atau menggunakan protokol interoperabilitas tertentu, selalu terdapat permukaan risiko yang harus diperhatikan.
Karena itu kami tidak ingin mengatakan:
“Bridge kami aman 100%.”
Tidak ada developer yang seharusnya membuat janji seperti itu.
Yang dapat kami lakukan adalah terus mengurangi risiko melalui desain sistem, pengujian, monitoring, pembatasan fungsi, pengelolaan liquidity pool, serta perbaikan ketika ditemukan masalah.
Bagi kami, keamanan bukan sebuah status yang sekali dicapai lalu selesai.
Keamanan adalah proses yang harus terus dijaga.
Kenapa Pendekatan Sederhana Justru Penting bagi Developer Kecil?
Kami tidak memiliki sumber daya seperti proyek blockchain berskala besar.
Karena itu kami harus realistis.
Kami harus mempertimbangkan:
biaya → kompleksitas → keamanan → maintenance → kebutuhan nyata pengguna.
Sistem yang sangat kompleks belum tentu menjadi solusi terbaik jika kebutuhan sebenarnya dapat diselesaikan dengan mekanisme yang lebih sederhana dan dapat kami pahami secara menyeluruh.
Itulah mengapa kami memilih pendekatan yang mungkin terlihat lebih sederhana, tetapi sesuai dengan kemampuan tim dan kebutuhan ekosistem yang sedang kami bangun.
Kami lebih memilih membangun sedikit demi sedikit daripada memaksakan banyak fitur sekaligus.
Jadi, Apakah Crypto Receh Akan Menyediakan Bridged USDT/USDC?
Untuk saat ini, belum.
Bukan karena kami tidak bisa membuat tokennya.
Persoalannya jauh lebih besar daripada membuat smart contract.
Kami harus memiliki likuiditas awal, mekanisme peg yang masuk akal, desain bridge yang aman, pengelolaan pool, monitoring, maintenance, serta memastikan tidak terjadi kebingungan antara aset representasi dengan USDT/USDC resmi.
Dan yang paling penting:
kami harus mampu mempertanggungjawabkan sistem tersebut setelah diluncurkan.
Jika suatu hari kondisi infrastrukturnya sudah lebih siap, kebutuhan pengguna cukup kuat dan model ekonominya masuk akal, kami tentu dapat mengevaluasinya kembali.
Untuk sekarang, kami memilih fokus pada apa yang memang dapat kami bangun, kendalikan dan rawat dengan baik.
Penutup
Kami berterima kasih kepada Sobat Receh yang terus memberikan ide dan masukan.
Tidak semua ide langsung kami implementasikan, tetapi bukan berarti ide tersebut tidak penting.
Justru dari pertanyaan seperti “Kenapa tidak ada USDT/USDC di Riche Chain?”, kami bisa melihat kebutuhan baru dan mengevaluasi kembali arah pengembangan platform.
Kami adalah developer kecil.
Karena itu kami mungkin tidak dapat menyediakan semuanya sekaligus.
Tetapi kami ingin setiap fitur yang kami rilis memiliki alasan teknis yang jelas, dapat kami pahami dan sebisa mungkin dapat kami pertanggungjawabkan.
Fokus kami bukan menjadi platform dengan fitur paling banyak.
Fokus kami adalah membangun layanan yang benar-benar berguna bagi ekosistem yang sedang kami bangun—secara bertahap, efisien dan dengan pemahaman terhadap risiko yang kami hadapi.
CryptoReceh — build what we can understand, maintain, and improve.